Amalan Doa Nisfu Sya’ban dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

3568 views

Nisfu Sya’ban adalah hari yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban. Amalan dan do’a pada malam nisfu sya’ban meliputi pembacaan surat Yasin sebanyak tiga kali dilanjutkan membaca doa dengan niat untuk mengharapkan kebaikan karena Allah Ta’ala.

Amalan Doa Nisfu Sya'ban dan Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban

Keutamaan Malam Nisfu sya’ban

Adapun keutamaan malam nisfu Sya’ban telah diterangkan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali. Beliau mengatakan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut Imam Al-Ghazali pula keutamaan malam Nisfu Sya’ban meliputi:

1) Pada malam ke-13 Allah SWT memberikan sepetiga syafaat kepada hambanya.

2) Pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh.

3) Pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun, karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban, segala catatan amal perbuatan manusia akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam maghfiroh atau malam pengampunan, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang shaleh.

Arti Nisfu Sya’ban

Nisfu dalam bahasa arab berarti setengah. Nisfu Sya’ban berarti setengah dari bulan Sya’ban. Malam Nisfu Sya’ban adalah malam lima belas yaitu siangnya empat belas hari pada bulan Sya’ban. Maka, Nisfu Sya’ban adalah peristiwa hari ke-15 dalam bulan Sya’ban di tahun Hijriyah. Umat Islam pada malam Nisfu Sya’ban meyakini, semua amalan akan dibawa naik oleh malaikat untuk diganti dengan lembaran amalan baru setelah setahun yang lalu, untuk dibeberapa daerah dikenal dengan istilah “Tutup Buku”.

Amalan Doa Nisfu Sya’ban

doa nisfu sya'ban

” ALLOHUMMA YAA DZALMANNI WA LAA YAMUNNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKROM. YAA DZATH-THOULI WAL IN’AAMI LAA ILAHA ILLA ANTA DHOHROL-LAAJIIN WA JAROL MUSTA-JIRIIN WA AMAA-NAL KHOO-IFIIN. ALLOHUMMA INKUNTA KATABTANII ‘INDAKA FII UMMIL KITABI SYAQIYYAN AUW MAHRUMAN AUW MATH-RUDDAN AUW MUQTARRON ‘ALAYYA FIR-RIZQI FAMHI. ALLOHUMMA BI FADH-LIKA FII UMMIL KITAABI SYAQOO-WATI WA HIRMANI WA THORDI WAQTAARO RIZQI WA ATS-BITNI ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUQON MUWAF-FAQON LIL KHOI-ROTI. FA INNAKA QULTA WA QOU-LUKAL HAQQU FII KITABIKAL MUNZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALIIN. YAM-HULLOHU MAA YA-SYAA’U WA YUTS-BITU WA ‘INDAHU UMMUL KITAAB. ILAAHI BITTAHALLIL A’DHOMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANAL MUKARROM, ALLATI YUFROQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIMIN WA YUBROMU ISHRIF ‘ANNI MINAL BALAA’I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAMU WA ANTA ‘ALLAMUL GHUYUUB. BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN. WA SHOLLALLOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHOH-BIHI WA SALLAM, AAMIIN ”

Do’a Nisfu Sya’ban dibaca usai Sholat Maghrib, setelah membaca surat Yasin 3 Kali.

Adapun cara atau kaifiyahnya membaca do’a  Nisfu Sya’ban:

1. Setelah kita membaca surat yasin yang petama, kemudian  membaca do’a di atas 1 kali, dengan disertai niat semoga kita di beri panjang umur yang Bermanfa’at wal Barokah bi tho’atillah.

2. Setelah kita membaca surat yasin yang kedua, kemudian membaca do’a di atas 1 kali lagi. dengan disertai niat  semoga kita tetap dalam iman & islam di jauhkan dari bala’ oleh Alloh SWT.

3. Setelah kita membaca surat yasin yang ketiga, kemudian kita membaca do’a di atas 1 kali lagi. dengan disertai niat semoga kita di beri Rizqy yang cukup manfa’at barokah oleh Alloh SWT.

Hadits Rosululloh SAW berkaitan dengan bulan Nisfu Sya’ban:

Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)

Saiyidatina Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad S.A.W tidak tidur pada malam itu sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits riwayat Imam Al-Baihaqi r.a:“Rasulullah S.A.W telah bangun pada malam (Nisfu Sya’ban) mendirikan Sholat dengan sujud yang sangat sungguh lama sehingga aku fikir beliau telah wafat. Apabila aku melihat demikian aku mencubit ibu jari kaki Baginda S.A.W dan bergerak. Kemudian aku kembali dan aku dengar Baginda S.A.W berkata dalam sujudnya, “Ya Allah aku mohonkan kemaafanMu daripada apa yang akan diturunkan dan aku mohonkan keridhoanMu daripada kemurkaanMu dan aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Aku tidak dapat menghitung pujian terhadapMu seperti engkau memuji diriMu sendiri.” Baginda Rasulullah sendiri telah memerintahkan kita agar beramal pada malam kemuliaan nisfu sya’ban dengan sabdanya :

Artinya : “ Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban , maka hendaklah kalian bangun pada malamnya (melakukan ibadah) dan berpuasa pada siangnya, ini karena Allah SWT (turun merahmati hamba-hambaNya) pada malam tersebut mulai dari terbenamnya matahari ke langit dunia. Allah SWT berfirman ” Adakah dari kalangan hamba-hambaKu yang memohon ampunanku, maka akan Ku ampunkan. Adakah dari kalangan mereka yang memohon rezeki , maka akan Ku turunkan rezeki untuknya. Adakah dari kalangan mereka yang ditimpa bala, maka akan Ku sejahterakannya. Adakah dari kalangan mereka yang begini dan adakah dari kalangan mereka yang begini sehinggalah terbit Fajar “.

Setelah Baginda S.A.W selesai sholat, Baginda berkata kepada Saiyidatina Aisyah r.a.“Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban. Sesungguhnya Allah Azzawajjala telah datang kepada hambanya pada malam Nisfu sya’ban dan memberi ampunan kepada mereka yg beristighfar, memberi rahmat ke atas mereka yg memberi rahmat dan melambatkan rahmat dan ampunan terhadap orang-orang yang dengki.”

Demikian uraian Amalan Doa Nisfu Sya’ban dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban, jika ada perbedaan pemahaman dalam tata cara dan pelaksanaannya, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Do'a Malam Nisfu Sya'ban Nisfu Sya'ban

Related Post

Leave a reply