Sejarah Waliyullah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya

13095 views

Syekh Abdul Muhyi lahir di Mataram pada kisaran tahun 1650 M atau 1071 Hijriah, beliau semasa mudanya mendapat pendidikan agama dari orang tua maupun dari ulama-ulama setempat yang berada di gresik dan Ampel. Karena ketekunannya beribadah dan menuntut ilmu disertai dengan sifat kesederhanaan yang ada pada dirinya membuat Abdul Muhyi muda banyak disegani dan dihormati teman sebayanya.

Sejarah Waliyullah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya

Pada saat berusia 19 tahun, Syekh Abdul Muhyi pergi ke Kuala daerah Aceh untuk menimba ilmu kepada Syekh Abdul Ra’uf bin Abdul Jabar bin abdul Qodir Bagdad kurang lebih 8 tahun, dari tahun 1090-1098 Hijriah atau 1669 -1677 M. Pada usia 27 tahun Syekh Abdul Muhyi beserta teman-temannya dibawa ke Baghdad oleh gurunya untuk berziarah ke makam Syekh Abdul Qodir Al-Jailani sembari menuntut ilmu dan bermukim disana selama dua tahun. Kemudian setelah itu mereka diberangkatkan ke Mekkah Almukarromah untuk menunaikan Ibadah Haji.

Manakala rombongan berada di Baitullah, Syekh Abdul ra’uf mendapatkan ilham bahwasanya diantara para murid santrinya tersebut akan ada yang mendapat kelebihan yang diterimanya dan menunjukan tanda kewalian. anugrah ilham itu menyatakan bahwa apabila nampak tanda kewalian itu terlihat padanya maka Syeikh Abdul ra’uf harus segera memerintahkan santrinya untuk pulang dan harus mencari gua yang berada di pulau Jawa bagian barat untuk bermukim di tempat itu.

Tanda Kewalian Syekh Abdul Muhyi Mulai Nampak

Pada suatu saat kira kira waktu ashar, Syekh Abdul Muhyi ketika sedang bersama teman santri lainnya tengah berkumpul bersama di Masjidil Haram, tiba tiba nampak cahaya datang menerpa wajahnya, kejadian ini disaksikan oleh gurunya Syekh Abdul Ra’uf dan meyakini bahwa tanda yang telah ditunjukan itu adalah jelmaan ilham yang pernah diterimanya, kesaksian Syeh ini tidak diceritakannya kepada siapapun termasuk kepada santrinya.

Tak lama berselang setelah melihat kejadian tersebut sang guru kemudian membawa pulang rombongan santrinya kembali menuju Kuala Aceh, setibanya di Kuala Syekh Abdul Ra’uf lalu memanggil Syekh Abdul Muhyi agar segera pulang ke Gresik dan mendapat tugas untuk mencari Gua yang berada dijawa barat, apabila berhasil menemukan Gua itu maka ia harus menetap dan bermukim disana.

Syekh Abdul Muhyi setelah mendapat perintah gurunya itu lalu pulang menuju Gresik dan memohon restu kedua orang tuanya untuk menunaikan tugas mencari gua seperti yang telah diceritakan sebelumnya, hal ini tentu saja membuat orang tua Syekh bahagia karena sang putra mendapat kehormatan mengemban tugas dari sang guru yang berarti bahwa putranya telah mendapat kepercayaan tinggi dan tentu saja doa restupun diberikan kepada putranya itu untuk berangkat mengemban tugas mulia.

kisah sejarah perjalanan Waliyullah Syekh Abdul Muhyi mencari Gua Pamijahan berlanjut pada postingan selanjutnya Insya Allah…

 

Related Post

  1. author
    avip1 year agoReply

    terimakasih…tulisannya menambah wawasan saya.

    • author
      admin (Author)1 year agoReply

      terimakasih kembali semoga bermanfaat 🙂

Leave a reply