Tanda Menjelang Kematian Menurut Islam

4474 views

Tanda Menjelang Kematian Menurut Islam, ketika ajal menjemput tak seorangpun akan mampu menundanya barang sedetikpun atau memajukan waktunya karena semua insan telah mempunyai “waktunya” sendiri-sendiri, yang kita wajib lakukan dalam menghadapi kematian adalah mempersiapkan diri sebelum kedatangannya tiba.

Tanda Menjelang Kematian yang baik juga djelaskan oleh Imam Al-Ghazali, beliau mengatakan: “Ketahuilah, sesungguhnya yang disukai dari orang yang sedang mendekati ajalnya adalah ketentraman dan ketenangan. Dari lidahnya terucap dua kalimat syahadat dan dari hatinya ia berprasaka baik kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda: “Perhatikanlah 3 hal yang terdapat pada orang yang sedang dalam keadaan sakaratul-maut; Jika keningnya berkeringat, berair kedua matanya, dan kering kedua bibirnya,berarti rahmat Allah telah turun kepadanya. Tetapi, jika ia kelihatan seperti orang yang tercekik, memerah warna kulitnya, dan pucat kedua bibirnya, maka itu adalah akibat azab Allah kepadanya.” (HR At-Tirmidzi)

Tanda Menjelang Kematian Menurut Islam

Tanda Menjelang Kematian Menurut Islam

Ciri ciri menjelang kematian yang baik adalah ketika seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut lidahnya mampu dan lancar mengucapkan dua kalimat syahadat, itu adalah tanda yang baik dalam menghadapi kematian. Abu Sa’id Al-Khudri menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tuntunlah kepada orang-orang yang hendak mati dengan kalimat La Ilaaha illa Allah.”

Pada riwayat yang lain, Hudzaifah juga menuturkan, “Sesungguhnya kalimat tersebut akan menghapus kesalahan-kesalahan sebelumnya.”

Sahabat Nabi dan juga khalifah ke tiga Utsman bin Affan r.a. mengatakan, “Barangsiapa mati dalam keadaan yakin bahwa tidak ada tuhan selain Allah, niscaya ia masuk surga.” Ubaidillah mengatakan, “wa huwa yashadu (dan dia bersaksi).”
Sahabat Utsman r.a. mengatakan, “Apabila seseorang menjelang ajalnya, maka tuntunlah ia dengan membaca La ilaha illa Allah. Sebab, setiap orang yang mengakhiri hidupnya dengan kalimat tersebut, itu akan menjadi bekalnya menuju surga.”

Sedangkan khalifah Umar r.a. mengatakan, “Tungguilah orang-orang yang akan mati di antara kalian, dan ingatkanlah mereka. Sesungguhnya mereka itu bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kalian lihat. Tuntunlah mereka membaca La ilaha illa Allah.”

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat maut menghampiri seseorang yang akan mati. Lalu, ia akan memperhatikan hati orang tersebut, namun ia tidak akan mendapati apa pun di dalamnya. Ia lalu membuka sepasang bibirnya, dan mendapati ujung lidahnya menempel pada langit-langit mulutnya seraya mengucap La ilaha illa Allah. Ia lalu diampuni berkat kalimat ikhlas itu.” (HR Ibnu Abi Dunya, Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Orang yang sedang menuntun kepada sifulan yang sedang menghadapi sakaratul maut dianjurkan untuk membimbingnya dengan suara halus nan lembut dan tidak dengan cara memaksa atau mendesak. Karena, keadaan orang yang sedang menghadapi ajal, lidah orang tersebut terkadang berat untuk berkata-kata lagi, sehingga jika dipaksa justru akan semakin membebaninya, dan boleh jadi akan membuatnya tidak mau untuk menirukan ucapan baik dari menuntunnya tersebut.

Sesungguhnya makna kalimat talqin tersebut adalah agar ketika seseorang hendak meninggal duna, di dalam hatinya tidak ada sesuatu pun selain Allah. Dan, jika satu-satunya yang dicari olehnya hanya Allah Yang Maha Esa dan Maha Benar, maka kedatangannya kepada Allah akan menjadi puncak kenikmatan.
Sebaliknya, jika hatinya masih diliputi perasaan cinta kepada duniawi, maka meskipun kalimat syahadat tersebut berada di ujung lidahnya, tapi tidak akan menembus ke dalam hatinya, dan nasibnya akan bergantung kepada kehendak Allah. Karena, gerakan lidah saja tidak membawa manfaat apa-apa, kecuali jika Allah berkenan menerimanya.”

Semoga paparan risalah islami tentang Tanda-tanda Menjelang Kematian dan ciri ciri ajal menjemput seseorang tlah tiba dapat memberikan i’tibar dan pelajaran yang bermanfaat agar kita selalu berusaha mempersiapkan diri menghadapinya, La haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim

* Imam Al-Ghazali dalam kitab Dzikir al-Maut wa Ba’dahu, Ihya Ulumuddin.

Tanda Menjelang Kematian

Related Post

Leave a reply